Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin



Masuk pada modul 3.1, peserta pelatihan atau Calon Guru Penggerak diberikan materi Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin.

Pasca mempelajari modul, diberikan kesempatan untuk membuat Jurnal Refleksi Dwimingguan. Dalam pendidikan guru, jurnal refleksi dipandang sebagai salah satu elemen kunci pengembangan keprofesian karena dapat mendorong guru untuk mengaitkan teori dan praktik, serta menumbuhkan keterampilan dalam mengevaluasi sebuah topik secara kritis (Bain dkk, 1999). Menuliskan jurnal refleksi secara rutin akan memberikan ruang bagi seorang praktisi untuk mengambil jeda dan merenungi apakah praktik yang dijalankannya sudah sesuai, sehingga ia dapat memikirkan langkah berikutnya untuk meningkatkan praktik yang sudah berlangsung (Driscoll & Teh, 2001). Jurnal ini juga dapat menjadi sarana untuk menyadari emosi dan reaksi diri yang terjadi sepanjang pembelajaran (Denton, 2018), sehingga Anda dapat semakin mengenali diri sendiri.

Jurnal refleksi ini dibuat dengan model 4F. 4F merupakan model refleksi yang dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway. 4F dapat diterjemahkan menjadi 4P, dengan pertanyaan sebagai berikut (disesuaikan dengan yang sedang terjadi pada saat penulisan jurnal): 

Facts (Peristiwa)

Setelah libur sekitar 1 bulan pasca selesai paket Modul 2. Peserta Calon Guru Penggerak mulai lagi melanjutkan Program Pelatihan Calon Guru Penggerak pada bulan Februari 2023.

Mengawali Paket Modul 3, peserta diberikan pretest yang dilaksanakan pada tanggal 1 Februari 2023. Soal tes harus diselesaikan oleh peserta selama 60 menit, dengan total soal 30 butir soal (kalau tidak salah ingat). Kemudian peserta melanjutkan mempelajari Modul 3.1 tentang Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin.

Demonstrasi Kontekstual

CGP melakukan wawancara kepada 2 Kepala Sekolah.

1.  Kepala SMK Mitra Bhakti Bandar Sribhawono

CGP berkesempatan melakukan kepada Kepala SMK Mitra Bhakti Bandar Sribhawono pada 11 Februari 2023 setelah sebelumnya membuat janji dengan kepala sekolah. 

2.  Kepala SMPN 1 Melinting

Kesempatan untuk melakukan wawancara terhadap kepala SMPN 1 Melinting dilakukan pada 14 Februari 2023, yang termasuk batas akhir untuk mengirimkan tugas Demonstrasi Kontektual. Hal ini lantaran adanya kesibukan dari kepala sekolah sehingga ada beberapa kali penundaan. Berikut hasi wawancara dan analisis pengambilan keputusan kepala sekolah berbasis nilai-nilai kebajikan.


Ruang Kolaborasi


Elaborasi Pemahaman Konsep

Kegiatan Vicon Elaborasi Pemahaman PGP Angkatan 6 untuk Modul 3.1, dilaksanakan pada : Senin, 13 Feb '23 dengan instruktur : Hj. HERNY, S.Pd, MA, pada Sesi : 1 (Pukul 13.00 - 14.30 WIB)



Feelings (Perasaan)

Saya antusias serta semangat mengikuti aktivitas pembelajaran di minggu ke-18 ini. Pada modul 3.1. ini, sesi Elaborasi Pemahaman membahas contoh 0 contoh kasus yang berkaitan sengan bujukan moral dan dilema etika. Pengambilan keputusan hendaknya memperhatikan 4 paradigma dilema etika dan 3 prinsip pengambilan keputusan yang baik serta dengan memperhatikan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan yang terdiri dari:

(1)Mengenali bahwa ada nilai-nilai yang saling bertentangan dalam situasi ini

(2)Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini

(3)Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini 

(4)Pengujian benar atau salah, meliputi:

a. Uji Legal,

b. Uji Regulasi/Standar Profesional,

c. Uji Intuisi,

d. Uji Halaman Depan Koran

e. Uji Panutan/Idola

f. Uji halaman depan koran,

g. Uji Panutan/Idola

(5)Pengujian Paradigma Benar lawan Benar

(6)Melakukan Prinsip Resolusi

(7)Investigasi Opsi Trilema

(8)Buat Keputusan

(9)Lihat lagi Keputusan dan Refleksikan.Selain itu saya juga membuat koneksi antar materi, disini membuat kesimpulan (sintesis) dari keseluruhan materi yang didapat/sebuah rangkuman dari proses perjalanan pembelajaran saya sampai saat ini pada program guru penggerak ini dengan menggunakan 10 pertanyaan pemandu yang ada pada LMS dalam berbagai media.Pada rancangan aksi nyata saya membuat rencana tindakan aksi nyata praktik Pengambilan Keputusan sebagai pemimpin pembelajaran di sekolah saya.

Findings (Pembelajaran)

Pelajaran yang saya dapatkan dari modul 3.1 tentang pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai pemimpin adalah dalam keterampilan pengambilan keputusan seringkali berbagai kepentingan saling bersinggungan, dan ada pihak-pihak yang akan merasa dirugikan atau tidak puas atas keputusan yang telah diambil. Kegiatan pengambilan keputusan adalah suatu keterampilan, semakin sering kita melakukannya maka semakin terlatih, fokus, dan tepat sasaran. Sesulit apapun keputusan yang harus diambil untuk permasalahan yang sama-sama benar, sebagai seorang pemimpin , kita perlu mendasarkan keputusan kita pada 3 unsur yaitu berpihak pada murid, berdasarkan nilai-nilai kebajikan universal, dan bertanggung jawab terhadap segala konsekuensi dari keputusan yang diambil.

Ketika kita menghadapi situasi dilema etika, akan ada nilai-nilai kebajikan mendasar yang bertentangan seperti cinta dan kasih sayang, kebenaran, keadilan, kebebasan, persatuan, toleransi, tanggung jawab dan penghargaan akan hidup.

Paradigma yang terjadi pada situasi dilema etika yang bisa dikategorikan seperti di bawah ini:

  • Individu lawan kelompok (individual vs community)
  • Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy)
  • Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty)
  • Jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term)

Tiga Prinsip Pengambilan Keputusan:

  • Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking)
  • Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking)
  • Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking)

Untuk memandu kita dalam mengambil keputusan dan menguji keputusan yang akan diambil dalam situasi dilema etika ataupun bujukan moral yang membingungkan, ada 9 langkah yang dapat Anda lakukan yaitu :

  1. Mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan
  2. Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini
  3. Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini.
  4. Pengujian benar atau salah: Uji Legalitas, Uji Regulasi/Standar Profesional, Uji Intuisi, Uji Publikasi dan Uji Panutan/Idola
  5. Pengujian Paradigma Benar lawan Benar.
  6. Melakukan Prinsip Resolusi
  7. Investigasi Opsi Trilema
  8. Buat Keputusan
  9. Lihat lagi Keputusan dan Refleksikan

Sembilan (9) langkah pengambilan keputusan ini adalah panduan, bukan sebuah metode yang kaku dalam penerapannya.

Future (Penerapan)

Setelah saya mempelajari modul ini dalam mengambil sebuah keputusan atau kasus yang terjadi dalam lingkungan sekolah maka saya akan menerapkan 9 langkah panduan tersebut jika kasus tersebut adalah dilema etika. Saya akan mengambil keputusan berbasis nilai nilai kebajikan dan menerapkan prinsip moral dalam melakukan pengambilan keputusan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages