Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.4. Budaya Positif



Assalamualaikum Warahmatullahi Wabaratuh

Selamat bertemu lagi dengan saya Aan Sulistiawan, Calon Guru Penggerak Angkatan 6 dari UPTD SMPN 1 Melinting Kabupaten Lampung Timur Provinsi Lampung. Selamat bertemu kembali dengan saya dan kali ini saya akan menuliskan tentang jurnal refleksi dwi mingguan saya pada modul 1.4 tentang Budaya Positif. Jurnal refleksi ini harus dituangkan kedalam jurnal refleksi setiap saya menyelesaikan materi setiap modul. dan jurnal refleksi ini merupakan tugas yang wajib harus dilakukan pada pendidikan guru penggerak oleh semua Calon Guru Penggerak. Seperti biasanya saya menuliskan kegiatan refleksi ini saya menggunakan model 4F yaitu:

  1. Facts (Peristiwa)
  2. Feelings(Perasaan)
  3. Findings(Pembelajaran)
  4. Future (Penerapan)

Dan marilah kita ikuti satu persatu refleksi saya tentang modul 1.4 budaya positif.

1. Facts (Peristiwa)

Kegiatan pada modul 1.4 dimulai dengan mempelajari materi Mulai dari diri. Pada materi ini saya mempelajari materi dan membuat pertanyaan maupun pernyataan tentang kasus atau persoalan yang diberikan dalam LMS. 

Kemudian saya melanjutkan dengan mempelajari materi Eksplorasi Konsep. Materi pada ekspolrasi konsep ini cukup banyak. Disamping mempelajari materi saya juga harus membuat pernyataan yang ada pada materi tersebut.Materinya tentang disiplin positif dan nilai-nilai kebajikan universal ,teori motivasi , hukuman dan penghargaan ,restitusi ,keyakinan kelas,kebutuhan dasar manusia dan dunia berkualitas,segitiga restitusi.

Masuk pada ruang kolaborasi, saya mempelajari materi dan menjawab pertanyaan yang ada di LMS serta saya memberikan tanggapan pernyataan teman calon guru penggerak lainnya. Disini saya dan teman-teman calon guru penggerak lain dibimbing Fasilitaor saya yaitu Ibu Elpina Sinda M. dengan didampingi pengajar pratik Ibu Diana Ruswandari. Dalam diskusi ini calon guru penggerak memahami konsep budaya positif dan saling berdiskusi memberi masukan dan penguatan serta saling menanggapi.

Selanjutnya mengikuti kegiatan elaborasi pemahaman 1.4 pada hari Jum'at, 21 Oktober 2022 Sesi 1  (13.00 - 14.30) bersama instruktur yaitu Bpk. Christian Puguh Sulistyo melalui Video Converence (Google meet). Pada kegiatan ini saya banyak mendapatkan ilmu dan pengalaman yang disampaikan instruktur dan teman-tean CGP lainnya. Instruktur penguatan tentang modul 1.4 budaya positif ini. kemudian saya diminta untuk membuat koneksi antar materi,mengaitkan materi sebelumnya dengan materi sekarang serta membuat kesimpulan. Selain itu saya diminta menjawab pertanyaan panduan dalam materi koneksi materi ini. setelah itu kita diharuskan membuat tabel rancangan aksi nyata 

Setelah itu semua dilanjutkan untuk membuat aksi nyatanya untuk diunggah di LMS. Menutup paket modul satu, saya menjalani post tes. Saya diberikan waktu satu jam untuk menjawab 20 soal pilihan ganda.

2. Feelings (Perasaan)

Setelah mempelajari modul 1.4 perasaan saya menjadi sangat senang dan semakin antusias untuk bisa menerapkan materi modul 1.4 ini. Dan pada saat saya menerapkan membuat keyakinan kelas disitulah saya menemukan hal yang berbeda karena dalam pembuatan keyakinan kelas ini murid dengan kesadaraannya mengungkapkan nilai-nilai kebajikan disiplin positif yang akan diyakininya. Pada saat pembuatan keyakinan kelas ini perasaan saya senang karena ternyata murid juga antusias melaksanakannya. Selain itu saya juga senang dalam praktik segitiga restitusi untuk memperbaiki kesalahan murid. Pada saat saya melakukan restitusi itu saya sangat menghargai murid karena mau terbuka dengan permasalahan yang dihadapi dan tentang bagaimana cara memperbaikinya. Sangat senangnya perasaannya  ketika saya bisa melakukan kedua hal tersebuat. Ketika murid melanggar peraturan mereka harus menerima konsekuensi sesuai dengan apa yang kemarin disepakati.

3. Findings (Pembelajaran)

Pembelajaran bermakna yang saya peroleh setelah mempelajari modul 1.4 budaya positif ini adalah bahwa sebagai calon guru penggerak harus menempatkan diri dalam posisi kontrol yang tepat dalam penerapan budaya positif disekolah yaitu posisi kontrol sebagai manajer dengan manajer dengan menerapkan segitiga restitusi sebagai solusi ketika ada murid yang melanggar keyakinan kelas. 

Karena restitusi menciptakan kondisi murid untuk memperbaiki kesalahan merekabisa kembali pada kelompok mereka dengan karakter yang lebih kuat (Gossen;2004). Dan memang benar hal tersebut dapat menyelesaikan masalah selesai dengan damai dan anak-anakpun tidak kehilangan identitas mereka justru mereka kembali dengan karakter yang lebih kuat dan lebih baik.

4. Future (Penerapan)

sebagai penerapan kedepan saya adalah sebagai berikut:

  • mengimbaskan kepada rekan sejawat apa yang sudah saya pelajari dan praktekkan
  • membuat keyakinan kelas pada kelas yang lain
  • selalu menerapkan segitiga restitusi untuk memperbaiki kesalahan murid


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages