Refleksi Individu, Bagaimana Guru Mengelola Kelas dan Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid


Kutipan untuk hari ini

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.  (Ki Hajar Dewantara)


Tujuan Pembelajaran Khusus:

  • CGP dapat berbagi pengalaman pribadi tentang bagaimana tindakan gurunya di masa lalu membantu dirinya untuk belajar dengan lebih baik sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.

Pertanyaan Pemantik untuk Pembelajaran 1:

  • Bagaimana seorang guru dapat mengelola kelas dan memenuhi kebutuhan belajar murid-muridnya  yang berbeda-beda?

Untuk mengawali pembelajaran di Modul 2.1, kepada seluruh peserta Calon Guru Penggerak diminta untuk melakukan refleksi individu. Refleksi dibuat berdasarkan pertanyaan-pertanyaan pemantik berikut.

Membuat Refleksi Individu

  1. Bayangkanlah kelas yang saat ini Anda ampu dengan segala keragaman murid-murid Anda.
  2. Apa yang telah Anda lakukan untuk melayani kemampuan murid yang berbeda? Apa yang Anda lakukan untuk membuat proses pembelajaran menjadi lebih mudah untuk murid Anda? Apakah ada perlakuan yang berbeda yang Anda lakukan?  Jika ada, perlakuan seperti apa? Jika tidak ada, apa dampaknya terhadap murid Anda?
  3. Sebutkan tantangan-tantangan yang Anda hadapi dalam proses pembelajaran di kelas yang disebabkan oleh keragaman murid-murid Anda tersebut? Tindakan-tindakan apa yang telah Anda lakukan untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut?
  4. Menurut Anda, untuk mengakomodasi tantangan yang terkait dengan keragaman murid tersebut, bagaimana seharusnya pembelajaran itu dirancang, dilaksanakan, dan dievaluasi?

1. Keberagaman Murid

Sumber : Canva

Seorang  guru pasti menyadari ketika masuk ke dalam kelas akan dihadapkan dengan keberagaman muridnya. Mulai dari karakteristik murid yang berbeda-beda, minat murid yang beragam, gaya belajar yang berdeda-beda, tingkat pemahaman yang berbeda, dan sebagainya. Keberagaman tersebut merupakan tantangan bagi seorang guru. Seorang guru harus dapat memastikan setiap murid di kelas sukses dalam pembelajarannya. Dengan keberagaman tersebut tentunya guru harus menyadari bahwa setiap murid tidak bisa diberi perlakuan yang sama dalam pembelajaran.

2. Solusi untuk Menghadapi Keberagaman Murid

Lalu pembelajaran seperti apa yang dapat diterapkan untuk menghadapi keberagaman murid tersebut? Jawabannya adalah pembelajaran berdiferensiasi.

Menurut Tomlinson (2001: 45), Pembelajaran Berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid.

Namun demikian, pembelajaran berdiferensiasi bukanlah berarti bahwa guru harus mengajar dengan 32 cara yang berbeda untuk mengajar 32 orang murid. Bukan pula berarti bahwa guru harus memperbanyak jumlah soal untuk murid yang lebih cepat bekerja dibandingkan yang lain. 

Pembelajaran berdiferensiasi juga bukan berarti guru harus mengelompokkan yang pintar dengan yang pintar dan yang kurang dengan yang kurang. Bukan pula memberikan tugas yang berbeda untuk setiap anak. Pembelajaran berdiferensiasi bukanlah sebuah proses pembelajaran yang semrawut (chaotic), yang gurunya kemudian harus membuat beberapa perencanaan pembelajaran sekaligus, di mana guru harus berlari ke sana kemari untuk membantu si A, si B atau si C dalam waktu yang bersamaan. Bukan. Guru tentunya bukanlah malaikat bersayap atau Superman yang bisa ke sana kemari untuk berada di tempat yang berbeda-beda dalam satu waktu dan memecahkan semua permasalahan.

Pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid. Keputusan-keputusan yang dibuat tersebut adalah yang terkait dengan:

  1. Kurikulum yang memiliki tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas. Jadi bukan hanya guru yang perlu jelas dengan tujuan pembelajaran, namun juga muridnya.
  2. Bagaimana guru menanggapi atau merespon kebutuhan belajar muridnya. Bagaimana ia akan menyesuaikan rencana pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan belajar murid tersebut. Misalnya, apakah ia perlu menggunakan sumber yang berbeda, cara yang berbeda, dan penugasan serta penilaian yang berbeda.
  3. Bagaimana mereka menciptakan lingkungan belajar yang “mengundang’ murid untuk belajar dan bekerja keras untuk mencapai tujuan belajar yang tinggi. Kemudian juga memastikan setiap murid di kelasnya tahu bahwa akan selalu ada dukungan untuk mereka di sepanjang prosesnya.
  4. Manajemen kelas yang efektif. Bagaimana guru menciptakan prosedur, rutinitas, metode yang memungkinkan adanya fleksibilitas. Namun juga struktur yang jelas, sehingga walaupun mungkin melakukan kegiatan yang berbeda, kelas tetap dapat berjalan secara efektif.
  5. Penilaian berkelanjutan. Bagaimana guru tersebut menggunakan informasi yang didapatkan dari proses penilaian formatif yang telah dilakukan, untuk dapat menentukan murid mana yang masih ketinggalan, atau sebaliknya, murid mana yang sudah lebih dulu mencapai tujuan belajar yang ditetapkan.

Pembelajaran berdiferensiasi haruslah berakar pada pemenuhan kebutuhan belajar murid dan bagaimana guru merespon kebutuhan belajar tersebut.

Apa yang telah Anda lakukan untuk melayani kemampuan murid yang berbeda?

Kepada murid yang memiliki kemampuan rendah, diberikan pendampingan baik dari guru atau dari murid yang memiliki kemampuan tinggi. Dalam satu kelas, biasanya anak dengan kemampuan rendah lebih banyak dibandingkan murid yang kempuannya tinggi. Sehingga guru perlu menerapkan tutor sebaya, artinya murid yang kemampuannya tinggi diminta untuk membantu memberikan pendampingan untuk murid kemampuan rendah.

Dan jika tidak, murid kemampuan tinggi diberikan pengayaan atau diminta untuk mempelajari materi selanjutnya. 

Apa yang Anda lakukan untuk membuat proses pembelajaran menjadi lebih mudah untuk murid Anda?

Sudah disampaikan di atas, bahwa untuk membuat pembelajaran menjadi lebih mudah untuk murid bisa diterapkan pembelajaran dengan tutor sebaya, ini hanya salah satunya. Kemudian dengna membentuk kelompok belajar yang terdiri dari campuran murid yang memiliki kemampuan berbeda, dari kemampuan rendah ke kemampuan tinggi.

Apakah ada perlakuan yang berbeda yang Anda lakukan?  Jika ada, perlakuan seperti apa? Jika tidak ada, apa dampaknya terhadap murid Anda?

Tentu perlakuan ada yang berbeda, wujud perhatian juga berbeda.

Dampak dari menerapkan tutor sebaya, bagi murid kemampuan tinggi ini menjadi kesempatan untuk mengasah kemampuan mereka. Dengan berbagi, mengajari rekan mereka yang belum paham justru akan memantapkan pemahaman. 

Kemudian untuk murid kemampuan rendah, mereka akan lebih nyaman untuk bertanya. Dan memahami penjelasan karena disampaikan oleh rekannya yang tentunya dengan bahasa yang mudah dipahami oleh mereka.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages